Tampilkan postingan dengan label Contoh Artikel Kesehatan Reproduksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Artikel Kesehatan Reproduksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2012

7 Tipe Gaya Kehamilan

7 Tipe Gaya Kehamilan
Artikel Kesehatan: Perempuan hamil mengalami perubahan fisik dan emosi, itu sudah biasa. Mereka jadi sering mual-muntah, tubuhnya membesar, atau jadi moody. Tetapi ketika diamati lebih lanjut, sebenarnya setiap perempuan menunjukkan gaya kehamilan yang berbeda-beda. Ada yang begitu menikmati kehamilannya, ada yang membencinya, ada pula yang bersikap seolah tak ada sesuatu yang sedang terjadi. Yang bisa melihat perbedaan tersebut tentu saja orang-orang yang ada di sekitarnya. Ada yang jadi kesal melihatnya, ada yang memaklumi, sedangkan yang lain mungkin menganggapnya lucu.

Setidaknya, ada tujuh tipe perempuan hamil yang mungkin pernah Anda temui:

Diam-diam hamil
Kalau Anda tidak menanyainya, Anda tak akan tahu bahwa perempuan ini hamil. Tidak, bukan karena ia malu dengan kehamilannya yang tak direncanakan, melainkan karena badannya tetap terlihat ramping. Ditambah lagi, ia mengenakan pakaian yang longgar sehingga mampu menyembunyikan kehamilannya. Baru ketika hamil tua, perutnya jadi lebih mudah terlihat. Gisele Bundchen adalah contoh perempuan yang tidak terlihat sedang hamil, hingga memasuki trimester ketiganya.

Makin memesona ketika hamil
Ada beberapa perempuan yang kehamilannya makin menonjolkan sisi feminitas dan pesonanya. Kondisi hamil sama sekali tidak mengubah penampilan dan kebiasaannya. Mereka makin cantik, berkilau, dan usai melahirkan mampu memulihkan diri dengan cepat. Contoh perempuan seperti ini adalah Jessica Alba.

Hamil tidak terkontrol

Kebanyakan perempuan terlihat seperti ini, salah satunya Jessica Simpson. Tubuh mereka tampak membesar luar biasa, karena menerapkan konsep "makan untuk berdua" dan tidak mau berolahraga atau seperti menjalani program Diet. Orang-orang yang melihat perempuan seperti ini akan menduga bahwa ia sedang mengandung bayi kembar. Atau, sebentar lagi pasti akan melahirkan. Padahal, ia baru memasuki trimester ketiga. 

Mual-muntah selamanya

Ada sebagian kecil perempuan yang tubuhnya tidak mampu menyesuaikan diri dengan tumbuhnya mahluk kecil di dalam rahimnya. Mereka terus-menerus mual dan muntah, bahkan hingga pada trimester ketiganya meskipun mengikuti anjuran dokter; ada makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Rasanya ingin sekali membantu teman Anda yang seperti ini, karena ia sama sekali tak mampu menelan makanan. Sayang, Anda pun tak mampu membantunya! 

Hamil dan tetap bugar

Meskipun sedang hamil, ia terlihat jauh lebih bugar dari pada perempuan lain yang tidak sedang hamil. Ia tetap berkomitmen untuk berolahraga meskipun sudah hampir menghadapi persalinan. Reese Witherspoon misalnya, yang sepanjang kehamilan ketiganya selalu terlihat sedang membawa matras yoga, jogging, bahkan main tenis. Silahkan Baca tips Bugar Alami

Hamil dan "dipermainkan" hormonnya

Anda mungkin tahu beberapa teman yang ketika hamil jadi seperti berubah 180 derajat karena fluktuasi hormonalnya. Misalnya, jadi lebih cerewet, sering kesandung, atau penampilannya jadi kumal dan kusam. Ia sendiri mungkin tidak menyadari perubahan dirinya, dan heran mengapa orang-orang di sekitarnya jadi sering kesal atau geleng-geleng kepala saat berada di dekatnya.

Hamilnya manja

Ini tipe perempuan yang kelewat khawatir dengan kondisi kehamilannya, atau kondisi hormonalnya memang membuatnya jadi lebih pemalas. Mereka selalu berpikir, karena sedang hamil, orang lain harus selalu melayaninya. Kadang-kadang mereka menjadikan kehamilan sebagai alasan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Source: http://female.kompas.com


Penyakit Flu Saat Hamil Dapat Memicu Autisme?


Artikel Kesehatan: Selain Makanan yang harus dihindari oleh Ibu hamil, pada saat hamil juga harus waspada penyakit flu. Saat hamil beresiko dua kali lipat memiliki anak autisme dibandingkan dengan ibu hamil yang tak tertular flu. Meski penelitian itu tidak menunjukkan hubungan sebab akibat tapi para pakar mengatakan sebaiknya ibu hamil mendapatkan vaksin flu.

Penelitian tersebut dilakukan tim dari Denmark dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS yang menganalisa lebih dari 97.000 anak berusia 8-14 tahun yang lahir di Denmark antara tahun 1997 dan 2003. Hanya satu persen dari anak-anak itu di diagnosa menderita spektrum autisme.

Tim peneliti mewawancarai para ibu mengenai ada tidaknya infeksi dan demam tinggi selama kehamilan dan setelah melahirkan, serta pernah tidaknya mereka memakai antibiotik.

Pertanyaan yang diajukan kepada para ibu itu mencapai 200 pertanyaan untuk mencari informasi mengenai berbagai jenis infeksi selama kehamilan.

Meski studi itu tidak didesain untuk kasus flu, tetapi ternyata para ibu yang mengaku pernah menderita flu ketika hamil beresiko dua kali lebih besar memiliki anak autis. Mereka yang menderita demam selama seminggu sebelum trisemester tiga, risikonya memiliki anak autis naik tiga kali lipat. Memang tipe kehamilan seorang ibu berbeda-beda.  

Penelitian pada hewan menunjukkan otak bayi terinfeksi ketika sistem imun ibunya ketika hamil menjadi aktif, misalnya karena melawan infeksi. Ini berarti sistem imun ibu mungkin berperan besar pada perkembangan bayi. 

"Riset mengenai kaitan antara flu saat hamil dan autisme sangat menarik karena adanya bukti ilmiah pada hewan bahwa autisme terkait dengan faktor imunologi yang memengaruhi perkembangan otak bayi," kata Dr.Susan Hyman, ketua American Academy of Pediatrics subkomite autisme. 


Walau begitu para ahli mengatakan bukti-bukti bahwa sakit flu saat hamil memicu autisme kurang cukup kuat. Karena itu wanita yang memiliki anak autisme jangan menyalahkan dirinya sendiri.

"Cukup banyak gejala demam yang dikira sebagai influenza dan tidak semua wanita yang terinfeksi virus influenza menyadarinya. Selain itu kaitan antara antibiotik dan autisme tidak pernah ditemukan," katanya.


Pemberian obat-obatan selama kehamilan memang dibatasi, tetapi calon ibu yang menderita demam tinggi atau flu sebaiknya tidak perlu takut berobat ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat. 

Secara umum, ibu hamil bisa meningkatkan imunitas tubuh mereka melawan penyakit dengan cara mendapatkan vaksin flu dan cukup istirahat. Pemberian vaksin flu tidak hanya efektif untuk ibu tapi juga akan melindungi bayi sampai enam bulan setelah kelahiran. 
Sumber: Good Morning America

Makanan Yang Harus Dihindari Saat Hamil


Makanan Yang Harus Dihindari Saat Hamil
Contoh Artikel Kesehatan: Pada saat hamil banyak makanan yang harus di hindari, tak hanya nutrisi seimbang yang perlu dipenuhi. Asupan harian juga penting diperhatikan, dalam hal ini pilihan makanan. Ibu hamil perlu memilih dan mengkonsumsi makanan yang sehat untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama untuk menghindari infeksi oleh bakteri, yang bisa berpengaruh buruk kepada ibu dan janin. Kathleen Zelman, MPH, RD, LD, asisten profesor nutrisi di St. Mary's Dominican College, New Orleans, menyebutkan ada sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari ibu hamil. 


* Keju tanpa pasteurisasi.

Parutan keju halus di atas pasta memang menambah nikmat citarasa. Namun, sebaiknya hindari keju yang dibuat dari susu non-pasteurisasi karena berpotensi terkontaminasi bakteri listeria. Bakteri yang umum ditemukan di tanah, air, tanaman mati dan kotoran hewan ini merupakan organisme yang sangat umum sehingga dapat dengan mudahnya masih dalam makanan.

Saat memilih keju, pastikan di label tertera keterangan pasteurisasi. Jika Anda memesan makanan di restoran, dan ada keju pada makanan Anda, sebelum makan sebaiknya tanyakan kembali apakah keju tersebut adalah keju pasteurisasi. Selain keju, pastikan juga susu dan produk susu yang dikonsumsi bumil telah melewati tahapan pasteurisasi.

* Daging setengah matang.

Daging mentah atau setengah matang menjadi tempat berkembangnya toxoplasma dan berbagai jenis bakteri lainnya. Saat makan di restoran, pastikan daging yang Anda pesan dimasak matang sempurna. Kalau Anda memasak sendiri di rumah, pastikan suhu saat memasak mencapai 63 derajat Celcius. Untuk memasak daging pada burger pastikan matang sempurna mencapai suhu 71 derajat Celcius, dan 72 derajat Celcius untuk memasak dada ayam.

* Jus.

Jus dalam kemasan atau botol yang banyak dijual di supermarket, dan diproduksi dengan tahapan pasteurisasi aman dikonsumsi ibu hamil. Anda perlu berhati-hati dengan jus yang diperas langsung dari buah segar, namun dikemas dalam gelas lalu disimpan di lemari es. Meski dibuat dari buah segar, jika disimpan dalam jangka waktu tertentu, dan tidak melewati tahapan pasteurisasi, jus seperti ini justru berisiko terkontaminasi bakteri.

* Sushi.

Selama sembilan bulan kehamilan, tinggalkan sushi. Seafood memang baik dikonsumsi bumil, karena mengandung protein tinggi. Namun seafood mentah menjadi sumber parasit dan bakteri. Bagi ibu hamil, konsumsilah seafood yang dimasak matang sempurna, seperti ikan atau jenis lainnya yang dimasak matang.

* Telur mentah.

Tentu saja Anda takkan mungkin memakan telur mentah. Namun, telur mentah kerap digunakan sebagai bahan membuat adonan kue atau saus salad. Hindari kue yang dibuat menggunakan adonan dari bahan mentah, seperti campuran telur mentah pada adonan kue. Mengonsumsi telur yang tak dimasak sempurna berisiko pada ibu hamil. 

Telur mentah juga kerap digunakan sebagai campuran untuk membuat adonan saus dan salad dressing Seperti saat membuat caesar salad dressing, juga mayonnaise. Jika Anda membeli saus di toko, pastikan telur yang digunakan merupakan telur yang telah diproses dalam tahapan pasteurisasi.

Saat membuat tiramisu, telur mentah juga kerap digunakan sebagai bahan adonan. Gunakan telur yang telah dipasteurisasi untuk membuat adonan kue atau saat membuat aneka masakan di rumah menggunakan telur sebagai bahan adonannnya.

* Ikan mengandung merkuri.

Ikan baik untuk ibu hamil dan janin, tapi pastikan untuk memilih jenis ikan yang tepat. Ibu hamil sebaiknya menghindari ikan todak (ikan cucut), makarel, hiu, dan tilefish, karena ikan ini mengandung methylmercury. Pilih ikan yang aman untuk bumil seperti lele, salmon, tuna. Jika Anda suka makan tuna putih, sebaiknya batasi konsumsinya 170 gram per minggu.

Selain itu, hindari juga mengonsumsi ikan yang berasal dari peternakan terkontaminasi limbah kimia. Ikan memang baik bagi ibu hamil. Namun, ikan dari peternakan yang terkontaminasi limbah kimia juga berbahaya bagi kehamilan. 

* Daging siap saji.

Jangan mengonsumsi daging siap saji yang sudah dingin seperti pada hot dog saat Anda hamil. Namun daging padahot dog misalnya, aman dikonsumsi, jika sebelum makan Anda memanaskannya terlebih dahulu dan langsung menyantapnya selagi hangat.

Makanan siap saji juga termasuk smoked seafood seperti smooked tuna, yang biasanya disimpan di lemari pendingin. Makanan seperti ini mudah terkontaminasi listeria. 

* Buah dan sayur yang tidak dicuci.

Pastikan Anda sudah mencuci buah dan sayur sebelum di makan. Cuci buah dan sayur pada air yang mengalir. Parasit seperti toxoplasma hidup pada buah dan sayur yang belum dicuci. Saat mencuci sayuran hindari penggunaan sabun apa pun, tapi gosoklah buah dan sayur dengan sikat khusus. 

* Kerang mentah. 

Kerang yang dimasak matang sempurna sebenarnya aman untuk ibu hamil. Namun jika kerang dimasak tanpa cangkang terbuka, sebaiknya hindari karena seafood mentah seperti ini mengandung parasit dan bakteri.

* Makanan yang tersaji lebih dari dua jam.
Sebaiknya makan makanan yang masih hangat. Jika makanan tersaji di suhu ruang lebih dari dua jam, sebaiknya ibu hamil menghindarinya. Jika suhu ruangan di atas 32 derajat Celcius, makanan hanya boleh tersaji maksimal satu jam. Di atas itu, sebaiknya hindari makanan tersebut.

* Alkohol.

Mengonsumsi alkohol saat hamil berisiko kelainan pada kelahiran. Sedikit apa pun jumlah alkohol yang Anda konsumsi bisa berbahaya bagi janin. Jadi, hindari alkohol dalam jenis apa pun, wine, bir, dan lainnya. Sumber: http://female.kompas.com

Efek Kopi untuk Kesehatan Reproduksi


Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat sejauh mana efek kopi, terutama kafein yang terkandung di dalamnya, bagi kesehatan termasuk dengan kesehatan reproduksi:

* Kafein merupakan zat yang bersifat stimulan, yang akan memberikan efek bagi tubuh berupa peningkatan laju pernafasan, denyut jantung, tekanan darah, sakit kepala, pengeluaran hormon stres, menimbulkan rasa seperti terbakar pada lambung (terutama bagi penderita sakit lambung), meningkatkan pengeluaran energi tubuh selama beberapa jam, dan merangsang saluran cerna terutama dalam proses pembuangan.

* Kafein juga bersifat diuretik, sehingga merangsang pengeluaran cairan yang lebih banyak dari tubuh, terjadinya anemia defisiensi besi.

* Dari beberapa penelitian dikatakan bahwa selain efek negatif ternyata kopi juga memberikan efek positif terhadap penyakit Alzheimer, parkinson, dan kepikunan.

* Namun mengenai efek kopi terhadap kelainan kehamilan, cacat pada janin, tingkat kesuburan, maupun kejadian penyakit kanker, sampai saat ini belum ada hubungan yang jelas.

* Efek yang merugikan dari kafein akan semakin jelas jika kopi dikonsumsi lebih dari tiga cangkir sehari, seperti berkeringat banyak, berada dalam keadaan tegang, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan massa tulang pada wanita yang dapat berakibat terjadinya osteoporosis, dan terjadinya nyeri pada kista jinak payudara.

* Konsumsi kopi yang masih diperbolehkan tanpa menimbulkan efek yang merugikan bagi kesehatan hanya sekitar satu cangkir sehari. Oleh karena itu kita dapat mengukur berapa ml kopi yang diminum dalam satu gelas. Satu cangkir kopi sekitar 8 oz, atau sama dengan 237 ml. Source: female.kompas.com

Terima Kasih Anda telah membaca Contoh Artikel Kesehatan Reproduksi, Baca juga artikel tentang Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan tubuh.